Cara Meningkatkan Kualitas Panen Kentang dengan Teknologi Pupuk Lepas Lambat
- WINNERS AVENUE SURABAYA
- Dec 16, 2025
- 2 min read

Bagi petani kentang, mendapatkan tonase yang tinggi adalah kebahagiaan. Namun, mendapatkan tonase tinggi dengan kualitas Grade A (ukuran besar, seragam, dan padat) adalah keuntungan yang sejati.
Seringkali, petani menghadapi masalah umum: umbi pecah, ukuran tidak seragam (banyak yang kecil/krikil), atau bagian tengah umbi yang kosong (hollow heart). Masalah ini sering kali bukan disebabkan oleh bibit, melainkan oleh ketidakstabilan nutrisi di dalam tanah selama masa pembentukan umbi.
Di sinilah teknologi Pupuk Lepas Lambat (Slow Release Fertilizer) mengambil peran penting. Bagaimana cara kerjanya dalam meningkatkan kualitas panen kentang? Mari kita bedah lebih dalam.
Masalah Pemupukan Konvensional pada Kentang
Tanaman kentang sangat sensitif terhadap ketersediaan unsur hara, terutama Nitrogen (N) dan Kalium (K).
Efek "Boom & Bust": Pupuk tabur biasa langsung larut seketika saat terkena air. Tanaman mendapatkan "kejutan" nutrisi berlebih di awal, namun kelaparan di tengah musim saat umbi sedang membesar.
Pencucian Hara: Kentang sering ditanam di dataran tinggi dengan curah hujan tinggi. Pupuk konvensional mudah sekali hanyut terbawa air sebelum diserap akar.
Akibatnya, pertumbuhan umbi menjadi tidak stabil, menyebabkan bentuk yang tidak sempurna dan bobot yang ringan.
Solusi Teknologi: Mengapa Harus Pupuk Lepas Lambat?
Teknologi pupuk lepas lambat, seperti yang diterapkan pada Allinone Cote, menggunakan mekanisme pelapisan polimer canggih pada setiap butiran pupuknya.
Alih-alih larut sekaligus, nutrisi di dalam Allinone Cote dilepaskan sedikit demi sedikit secara konsisten (controlled release). Kecepatan pelepasan ini dipengaruhi oleh suhu tanah dan kelembapan, yang mana sangat sinkron dengan metabolisme tanaman kentang.
Dampak Nyata Allinone Cote pada Kualitas Kentang
Ketika Anda beralih menggunakan Allinone Cote, ada tiga peningkatan kualitas spesifik yang bisa Anda harapkan:
1. Umbi Lebih Padat dan Berat (Bobot Jenis Tinggi) Ketersediaan Kalium yang stabil dari awal hingga akhir memastikan proses pengisian umbi berjalan tanpa henti. Ini membuat umbi menjadi padat berisi, tidak kopong, dan memiliki bobot yang lebih berat meskipun ukurannya terlihat sama dengan yang dipupuk biasa.
2. Ukuran yang Seragam (Uniformity) Tidak ada lonjakan nutrisi berarti tidak ada lonjakan pertumbuhan yang aneh. Tanaman tumbuh serentak, sehingga saat panen, persentase kentang ukuran Grade A (Super) akan jauh lebih banyak dibandingkan ukuran kecil/rendah.
3. Kulit Umbi Lebih Mulus Nutrisi yang seimbang membantu memperkuat sel kulit kentang. Ini membuat kentang lebih tahan terhadap serangan penyakit kulit (seperti scab) dan lebih tahan simpan pasca-panen.
Cara Penerapan untuk Hasil Maksimal
Menggunakan teknologi canggih tidak harus rumit. Untuk Allinone Cote pada tanaman kentang:
Waktu Aplikasi: Berikan sekali saja pada saat tanam atau saat pembumbunan awal.
Cara: Benamkan di dekat perakaran agar polimer terlindungi dan bekerja optimal.
Efisiensi: Karena pupuk ini tidak mudah hilang tercuci air hujan, Anda tidak perlu melakukan pemupukan susulan sesering pupuk konvensional. Ini menghemat biaya tenaga kerja secara signifikan.
Kesimpulan
Pertanian modern bukan lagi tentang seberapa banyak pupuk yang Anda sebar, tetapi seberapa efektif pupuk tersebut diserap oleh tanaman.
Dengan beralih ke teknologi pupuk lepas lambat Allinone Cote, Anda tidak hanya mengamankan investasi Anda dari pencucian air hujan, tetapi juga menjamin kualitas kentang premium yang dicari oleh pasar. Saatnya panen cerdas dengan teknologi yang tepat.





Comments